top of page

Autisme dan Applied Behavior Analysis

Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang biasanya memengaruhi komunikasi, sosial, dan keterampilan hidup sehari-hari, serta perilaku berulang/terbatas. Penelitian telah menunjukkan bahwa intervensi berbasis bukti yang paling banyak untuk autisme berasal dari pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA). Menurut American Academy of Pediatrics (Hyman, Levy, & Myers, 2020), perawatan berdasarkan prinsip-prinsip ABA dikaitkan dengan perolehan keterampilan dan hasil yang lebih baik, terutama bila diberikan lebih awal.

Implementasi intervensi ABA bervariasi dari format yang sangat terstruktur hingga yang tidak terlalu terstruktur, seperti kondisi dan situasi yang umum ditemukan dalam keseharian. Penting untuk ditekankan bahwa tidak ada satu intervensi yang dapat memenuhi kebutuhan semua orang. Intervensi perilaku harus disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi anak dan keluarga. 

Komponen penting dari intervensi ABA adalah pengumpulan, penghitungan, dan analisis data observasi langsung untuk setiap perilaku dan keterampilan yang ditargetkan. Proses pengumpulan dan analisis data memungkinkan para praktisi untuk merencanakan atau menyesuaikan intervensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komponen penting lain dari intervensi ABA adalah jumlah kesempatan belajar dan penerapan prosedur intervensi secara konsisten. Intervensi ABA yang baik akan menghasilkan banyak kesempatan belajar. Intervensi ABA yang baik juga akan melibatkan pelatihan pengasuh/orang tua, agar mereka dapat mendukung individu autisme dalammempraktikkan keterampilan baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain mempromosikan generalisasi keterampilan dan perilaku kepada pengasuh/orang tua, intervensi juga harus bertujuan untuk menggeneralisasi keterampilan dan perilaku ke dalam konteks lain (kondisi dan lokasi). Penerapan prosedur intervensi yang konsisten di berbagai konteks dapat memberikan hasil terbaik. Perhatikan bahwa kebutuhan setiap individu berbeda, dan intervensi ABA mungkin diberikan pada konteks dan lokasi yang berbeda, termasuk di klinik, rumah, sekolah, dan komunitas/tempat umum di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Intervensi yang didasarkan pada ABA dianggap sebagai gold-standard intervensi terapeutik dan pendidikan untuk individu dengan autisme. Keberhasilan ABA dalam mengatasi defisit inti pada individu dengan autisme telah didokumentasikan dalam penelitian peer-review selama 50 tahun terakhir (BACB, 2012). Berbagai badan independen di Amerika Serikat mendukung intervensi berbasis ABA untuk individu dengan autisme, seperti American Academy of Pediatrics, New York State Department of Health, American Society of Child and Adolescent Psychiatry, United Stated Surgeon General, dan National Institute of Mental Health.

American Academy of Pediatrics (2020)

“Efektivitas intervensi berbasis ABA di ASDs telah didokumentasikan dengan baik melalui penelitian selama 5 dekade dengan menggunakan metodologi subjek tunggal (single-subject methodology) dan dalam studi terkontrol terkait program intervensi perilaku intensif dini yang komprehensif di lingkungan universitas dan komunitas. Anak-anak yang menerima intervensi perilaku intensif sejak dini telah terbukti menunjukkan peningkatan yang substansial dan berkelanjutan dalam hal IQ, bahasa, performa akademik, dan perilaku adaptif serta beberapa aspek perilaku sosial, dan hasil mereka jauh lebih baik daripada anak-anak dalam kelompok kontrol.”

US SURGEON GENERAL, US Department of Health and Human Services (1999)

““Tiga puluh tahun penelitian menunjukkan keefektifan metode ABA dalam mengurangi perilaku yang tidak pantas dan dalam meningkatkan komunikasi, pembelajaran, dan perilaku sosial yang sesuai.”

Intervensi ABA juga diakui telah menunjukkan bukti intervensi yang efektif dan juga didukung oleh sejumlah asosiasi profesional dan pemerintah di Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

New Zealand Ministry of Health (2011)

“Intervensi dan strategi berdasarkan prinsip ABA harus dipertimbangkan untuk semua anak dengan ASD.”

"Intervensi perilaku intensif dini (EIBI; early intensive behavioral intervention) seharusnya dipertimbangkan sebagai intervensi yang bernilai untuk anak-anak dengan ASD untuk meningkatkan kemampuan kognitif, keterampilan bahasa, dan perilaku adaptif."

Praktik Berbasis Bukti

Praktik berbasis bukti adalah proses pengambilan keputusan di mana para profesional mengintegrasikan bukti ilmiah terbaik yang tersedia, nilai yang dianut klien dan konteks, serta keahlian klinis saat memberikan layanan kepada klien. Praktik berbasis bukti merupakan hal yang penting karena hal ini berkaitan dengan intervensi yang efektif, aman, dan efisien.

  • Bukti ilmiah: Para profesional menggunakan prosedur yang telah diteliti secara sistematis dan ditinjau dengan cermat, kemudian diterbitkan.

  • Nilai & konteks klien: Profesional mendengarkan dan mempelajari apa yang penting bagi klien. Sehingga kebutuhan klien dan faktor budaya dapat dilibatkan dalam proses intervensi.

  • Keahlian klinis: Para profesional memiliki pendidikan, pelatihan, dan pengalaman untuk memberikan layanan yang efektif. Keahlian klinis mencakup penggunaan data untuk memandu keputusan, kemampuan untuk menerapkan proses dan hasil penelitian dalam praktik, kesadaran akan perlunya konsultasi jika kasus yang ditangani di luar komptensi/keahliannya, serta pengembangan profesional berkelanjutan.

Referensi

American Psychological Association, Presidential Task Force on Evidence-Based Practice. (2006). Evidence-based practice in psychology. American Psychologist, 61(4), 271–285. https://doi.org/10.1037/0003-066X.61.4.271

BACB. (2012). Guidelines, Health Plan Coverage of Applied Behavior Analysis Treatment for Autism Spectrum Disorder. Behavior Analyst Certification Board.

 

Hyman, S. L., Levy, S. E., & Myers, S. M. (2020). Identification, evaluation, and management of children with autism spectrum disorder. Pediatrics, 145(1).

Ministries of Health and Education. (2011). Guideline Supplementary Paper: New Zealand autism spectrum disorder guideline supplementary paper on applied behaviour analysis. 

 

Missouri Autism Guidelines Initiative. (2012). Autism spectrum disorders: Guide to evidence-based interventions: A 2012 consensus publication. Jefferson City, MO: Author.

New York (State). Dept. of Health. Early Intervention Program. (1999). Clinical Practice Guideline: Autism, Pervasive Developmental Disorders: Assessment and Intervention for Young Children (age 0-3 Years). Report of the guideline recommendations. New York State Department of Health.

 

Ontario Ministry of Education. (2007, May 17). Policy/Program Memorandum No. 140. http://www.edu.gov.on.ca/extra/eng/ppm/140.html

 

Slocum, T. A., Detrich, R., Wilczynski, S. M., Spencer, T. D., Lewis, T., & Wolfe, K. (2014). The Evidence-Based Practice of Applied Behavior Analysis. The Behavior analyst, 37(1), 41–56. https://doi.org/10.1007/s40614-014-0005-2

 

Tweed, M. D., Connolly MPPM, N., & Beaulieu, A. (2009). Interventions for autism spectrum disorders: State of the evidence.

 

US Department of Health and Human Services. (1999). Mental health: A report of the Surgeon General.

 

Volkmar, F., Cook, E. H., Pomeroy, J., Realmuto, G., & Tanguay, P. (1999). Practice parameters for the assessment and treatment of children, adolescents, and adults with autism and other pervasive developmental disorders. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 38(12), 32S-54S.

bottom of page